Minta Maaf Ya

A Pathway to God

Tiga hari lalu saya awali posting dengan imbauan untuk mengampuni pemimpin tanpa perlu melupakan kesalahannya. Pemimpin tak perlu diidentikkan melulu dengan politik, tetapi juga pemimpin agama. Ndelalahnya kemarin sindiran terhadap tahbisan uskup itu ramai sekali di medsos. Yang menohok ialah komentar yang mempertanyakan semboyan yang dulu ditegaskan oleh uskup pribumi pertama di Indonesia: 100% Katolik, 100% Indonesia. Jangan-jangan, 100% Indonesianya lenyap ditelan codot [saya lebih sadis lagi: mungkin malah tidak 100% Katolik jugašŸ˜].

Meskipun saya imam/pastor Katolik, saya tidak dalam posisi membela agama Katolik. Bahkan ini bisa merupakan permintaan maaf jika upacara tahbisan uskup kemarin memang dihadiri ribuan orang sehingga treatmentnya menjadi sangat luar biasa. Sejauh saya pahami, tahbisan uskup kemarin tidak murni perkara agama. Jika murni urusan agama, sebetulnya tidak harus melibatkan ribuan orang, dan karenanya tak bertentangan dengan imbauan presiden. Mungkin puluhan orang saja sudah cukup untuk validitas tahbisannya sendiri. Syukurannya bisa ditunda bersama Koes Plus.

Ini

View original post 368 more words

Janji Sang Penari

Selamat jalan menuju rumah keabadian, Nyoman Tusthi Eddy. Dumogi Amor Ring Acintya

Cerpen Koran Minggu

Cerpen Nyoman Tusthi Eddy (Kompas, 02 Februari 2020)

Janji Sang Penari ilustrasi Firman Lubis - Kompas (1)Janji Sang Penari ilustrasi Firman Lubis/Kompas

Namaku Wilastri, ibuku memanggilku Luh Wila. Orang-orang di luar keluargaku sering memanggilku Luh Lastri. Aku pasrah dengan semua panggilan mereka. Panggilan itu akhirnya berpulang juga pada namaku: Wilastri.

View original post 1,474 more words

Kisah Cinta Perempuan Perias Mayat

Membalas dendam bisa mendatangkan kepuasan tapi membuat diri kita sama buruknya seperti orang yang sudah menyakiti kita, hal itu tidak dilakukan oleh Fitri.

Cerpen Koran Minggu

Cerpen Agus Noor (Kompas, 29 Desember 2019)

Kisah Cinta Perempuan Perias Mayat ilustrasi I Made Wahyu Friandana - Kompas (1)Kisah Cinta Perempuan Perias Mayat ilustrasi I Made Wahyu Friandana/KompasĀ 

Enam laki-laki yang menyatakan cinta seketika menjauhinya begitu tahu ia perias mayat. Sepertinya kematian dan cinta bukan jodoh yang baik.

View original post 1,666 more words

Kau Tidak Harus Menanggung Beban dari Seluruh Kejadian di Dunia Ini

Cerpen Koran Minggu

Cerpen Yetti A. KA (Kompas, 25 November 2018)

Kau Tidak Harus Menanggung Beban dari Seluruh Kejadian di Diunia Ini ilustrasi I Made Wahyu Friandana - Kompas Kau Tidak Harus Menanggung Beban dari Seluruh Kejadian di Diunia Ini ilustrasi I Made Wahyu Friandana/KompasĀ 

Kakakku tiba-tiba menelepon. Ia bilang, terjadi tabrakan beruntun di depan rumahnya. Aku katakan kalau aku juga punya masalah. Bulu, seekor kucing Persia yang kuadopsi dua bulan lalu, hilang di dalam kandang.

View original post 1,800 more words

Boleh ya Ibu…

Aku nangis tadi, Bu Pasti Ibu tadi lihat aku. InginĀ aku memelukmu, sambilĀ membisikkan doa-doaku. TapiĀ aku cuma duduk di hadapanmu. Doaku terucap di dalam kalbu kepada kak Tia, kak Dita, Rio, uncle Mike dalam sekolah dan pekerjaan serta kesembuhan Mamah Bernadette. Buat Toto agar usaha mebelnya maju.Ā Juga untuk Bartimeus yang mau pameran lukisan bulan Agustus nanti. Bahagiaku … Continue reading Boleh ya Ibu…

Pertolongan Tuhan tak pernah datang terlambat

Bahagia itu sederhana. Dita rasanya mau nangis ketika membuka paket kirimanmu karena terharu. Bungkusan rapi dibuka hati-hati berisi 3 canting. Kompor cerai berai dia rakit lagi dengan telaten walau jari-jari tangannya jadi item blepotan kerak pantat kuali. Dita tidur dengan bahagia, hari ini mau nyoba kompor dan cantingnya. Semoga ujian praktek batik sesuai harapan. Mohon … Continue reading Pertolongan Tuhan tak pernah datang terlambat